Langsung ke konten utama

Postingan

ANDINI

#prolog# Zian menyesap aroma mocha dari cangkirnya. Secangkir mochacino panas buatan Bi Inem menemani malam dingin berhujannya. Laki-laki berkulit putih itu menatap jendela kamar yang masih terbuka lebar. Menampilkan hujan yang turun makin deras, hingga percikannya pun mampu menerobos masuk ke kamar yang didominasi warna light blue tersebut. Laki-laki berambut spike itu beranjak dari sofa dan berjalan mendekati jendela kamarnya. Alih-alih menutup, ia malah menjulurkan tangan dan membiarkan tangannya merasakan percikan air hujan yang berasal dari beranda kamarnya. Zian menutup mata perlahan, mendengarkan suara hujan yang bergema di telinganya. Sekelebat ingatan pun mulai bermunculan dalam kepalanya seirama gema suara hujan di kedua telinganya. ‘ Andini..’  ucapnya lirih. Sebuah nama melesat mulus dari bibir tipisnya. Sebuah nama yang selalu memenuhi kepalanya dan tentu saja hatinya. Zian membuka mata . Menampilkan iris mata cokelat yang diwariskan sang ayah padanya . ...

cerpen ABAL-ABAL #1

Merpati dari tuhan.. Dahulu, aku pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa merpati dapat digunakan untuk mengantarkan surat atau pesan kepada orang lain. Meskipun aku sendiri tak begitu mengerti bagaimanakah caranya seekor merpati dapat mengantarkan pesan pada orang yang tepat. Tetapi mungkin saja  hal itu ada benarnya juga, coba saja perhatikan simbol dari perusahaan Pos negeri kita, burung merpati bukan?Terserahlah, karena jika hal itu benar maka itu artinya aku rasa dirimu seperti seekor merpati yang membawa begitu banyak pesan dan pelajaran di kehidupanku. Merpati yang Tuhan kirim untuk seseorang sepertiku. - a flashback- “Hhh~..” aku menghela nafas untuk kesekian kalinya. Langit biru muda terang dengan iringan awan putih yang bergerak menjauh secara perlahan menjadi pemandangan yang terlihat sejak tadi. Entah sudah berapa lama aku duduk di tempat ini, terbukti dari banyaknya puntung rokok yang berserakkan di sampingku. Aku berada di tempat ini lagi, Bukit di pinggir...

intro..

masalah itu akan selalu ada dan meskipun sudah terselesaikan akan muncul masalah-masalah berikutnya. mungkin saat nanti kematian datang masalah baru akan menghilang.. namun aku tak  mengatakan bahwa  kematian adalah  cara menyelesaikan sebuah masalah.. Setiap orang hadir dengan masalah mereka masing-masing, tetapi anehnya terkadang kita berpikir bahwa masalah yang kita hadapi adalah yang paling memusingkan dan melelahkan, padahal mungkin saja tidak seperti itu sepenuhnya.. untuk di usiaku yang menginjak kepala 2 ini masalah yang sedang mendatangiku adalah  " bagaimana menemukan jati diri dan bagaimana berubah menjadi  orang dewasa" tidak semua orang merasakan hal semacam ini. Yah..ini memang masalah yang mengangguku, tetapi aku rasa fase seperti ini pernah juga dialami orang dewasa ketika mereka dihadapkan pada "mimpi dan kenyataan" Namun,semua iu juga tergantung dari sudut mana kita melihat dan di lingkungan apa kita terbentuk.  mun...