Langsung ke konten utama

intro..


masalah itu akan selalu ada dan meskipun sudah terselesaikan akan muncul masalah-masalah berikutnya.
mungkin saat nanti kematian datang masalah baru akan menghilang..

namun aku tak  mengatakan bahwa  kematian adalah  cara menyelesaikan sebuah masalah..


Setiap orang hadir dengan masalah mereka masing-masing, tetapi anehnya terkadang kita berpikir bahwa masalah yang kita hadapi adalah yang paling memusingkan dan melelahkan, padahal mungkin saja tidak seperti itu sepenuhnya..


untuk di usiaku yang menginjak kepala 2 ini masalah yang sedang mendatangiku adalah 
"bagaimana menemukan jati diri dan bagaimana berubah menjadi  orang dewasa"

tidak semua orang merasakan hal semacam ini. Yah..ini memang masalah yang mengangguku, tetapi aku rasa fase seperti ini pernah juga dialami orang dewasa ketika mereka dihadapkan pada "mimpi dan kenyataan"

Namun,semua iu juga tergantung dari sudut mana kita melihat dan di lingkungan apa kita terbentuk.  mungkin ada beberapa orang yang tak menganggap hal tersebut sebuah masalah dan ada yang begitu mempermasalahkannya seperti yang kulakukan.
di fase ini ada beberapa tipe "mereka" yang berubah menjadi dewasa menurutku, yakni
mereka yang terpaksa menjadi dewasa agar mampu bertahan dalam lingkingan


mereka yang tetap bersifat kekanak-kanakan namun nampak dewasa,dan 
mereka yang bersikap dewasa tapi diperlakukan seperti anak kecil...


hmmm...tipe yang mana kalian??





Komentar

Postingan populer dari blog ini

STORY OF ME

now playing : the Rain_Terlatih patah hati berbagi kisah tentu lebih menyenangkan dengan orang yang juga menjadi bagian dari hidup kita, tapi pernahkah kalian merasa ada pada fase ingin keluar dari zona nyaman dan bertemu dangan keterasingan ? asing yang menyamankan. terkadang aku berharap saat berjalan atau pergi ke suatu tempat dapat bertemu pandang dengan seseorang yang tak mengenal dan tak mengetahui apapun tentangku. berbincang tanpa menilai seperti apa sifat dan karakter kita, mengatakan apapun, membenarkan apapun, dan tentu saja menyalahkan apapun yang datang dalam kehidupan.  asing yang menyamankan. terkadang aku berharap mampu menangis tanpa harus menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. hanya memberi bahu dan meminjamkan tangannya hingga air mata mengering dan semuanya terlupakan. asing yang menyamankan. aku berharap bisa melakukannya tanpa berharap lebih. mungkin karena itulah asing yang menyamankan hanya imajinasi. karena nyaman tak akan pernah ...